Catatan orang - orang terpingirkan sejarah
(melihat dari sisi lain)
Aku adalah manusia
Sama seperti kau…
Aku punya saudara
Sama seperti kau…
Aku punya perasaan
Sama seperti kau…
Aku mempunyai keyakinan
Sama seperti kau…
Aku mempercayai kebenaran
Sama seperti kau…
Tapi…
Kita banyak perbedaan
Kau…
Melangkah mengikuti zaman
Kau tak percaya pada kebenaranmu sendiri
Kau tak punya jalan pulang
Dan kau…
Tak menolong saudaramu
Yang kelaparan…
Karena makanannya dirampas sekawanan anjing
Yang kedinginan…
Karena diusir dari rumahnya oleh segerombolan babi
Yang terbunuh…
Karena tertembus peluru sekumpulan kera
Aku…
Bukanlah manusia seperti kau
Aku tak akan membiarkan saudaraku
Dihina…dicaci…dan dilukai
Aku akan membalas, selagi aku masih bisa
Aku akan bergerak, selagi jari – jariku masih bisa mengepal
Dan kakiku masih bisa mengangkat tumitnya
Aku bersumpah
Mereka tak akan tidur, selagi saudaraku tak bisa tidur
Mereka ta akan makan, selagi saudaraku tak bisa makan
Mereka akan merasakan apa yang saudaraku rasakan
Mereka bunuh anak kecil yang tak tau apa – apa
Maka aku akan membunuhnya
Aku akan tetap membunuh
Selama aku bisa
Jika aku yang membunuh sebagian kecil dari mereka dikatakan sebagai terroris
Lantas apa sebutan bagi mereka yang membunuh berjuta – juta manusia tak berdosa?
Pembela demokrasi?
Pejuang HAM?
Ayo jawab…
Bagiku… mereka adalah iblis berwujud manusia
Andaikan aku dapat…
Aku ingin menjadi aku – aku diberbagai tempat
Bersama saudara – saudaraku yang saat ini kedinginan
Kelaparan…dan kehilangan saudaranya
Sampai kapanpun…
Aku tetap mempercayai keyakinanku
Walaupun aku akan terbunuh olehnya
Aku mempercayai kebenaran
Karena aku dilahirkan untuk berfikir
Biarlah aku disebut terroris
Pembangkang, sesat, pembunuh atau yang lain..
Biarlah sejarah mengubur kebaikan - kebaikan yang aku tanam.
Aku rela...
Sejarah menghujat, dan mencatat namaku dengan tinta kotor…
Aku berbuat atas nama pendapat dan keyakinan.
Aku berdiri diatas opini.
Dan......aku tak akan meminta kepada siapapun
Walaupun sementara waktu nyawaku akan terselamatkan olehnya
Bagiku..
Kematian adalah suatu kepastian, bukan sesuatu untuk ditakutkan
Bagiku…Kematian bukanlah akhir kehidupan
Bagiku…kematian adalah jalan
Bagiku…kematian adalah bidadari yang mengajakku ke pelaminan
Bagiku…kematian adalah puncak amalan
Bagiku…kematian adalah panggilan Tuhan
Aku tak ingin dikenang
Karna aku bukanlah selebritis…
Yang memamerkan segalanya demi rupiah
Aku tak ingin dipuja…
Karna aku bukanlah siapa-siapa
Aku tak ingin orang – orang menangisi kepergianku…
Karna aku sudah melaksanakan tugasku
Aku tak ingin…
Sisa-sisa kesombongan mengikutiku terbang menemui Rabb’ku
Aku menerima cerita Tuhan
Bersyukur...dan menghadapinya dengan senyuman
Aku mati sambil tertawa…
Tertawa, karena akulah pemenang sebenarnya
Lihatlah kawan...
Aku tersenyum
Aku bahagia saat itu
Musuh – musuhku...
Kau bagai kerbau dikebun tak berumput
Kau begitu dungu dan bodoh
Kau mengantarku terlalu cepat
Walaupun Tuhan telah menungguku
Tuhan telah memangilku
Jalan pulang pun terbentang
Aku bersiap mengakhiri dunia dengan kepuasan
Aku bersiap mengawali kehidupan lagi
23 oktober 10..
Untuk para pemberani yang menempuh jalan kematian demi tegaknya sebuah pendapat....
Untuk para pencari kematian...yang menerima cerita Tuhan dengan lapang dada